Rabu, 03 Agustus 2011

Berwisata Sejarah @ Taman Lawang Sewu


First impression tentang tempat ini:"ternyata tidak semenyeramkan yang saya kira.Sebuah bangunan kuno dengan arsitektur yang sangat indah". Taman Lawang Sewu yang terkenal karena sisi mistisnya itu, akhirnya jadi target travelling saya untuk bulan Juli kemarin. Kebetulan pas saya ada diklat di Semarang, jadi pas liburan saya sempatkan buat berkunjung ke sini.
Untuk menjangkau tempat ini bisa dibilang sangat mudah, karena bangunan Lawang sewu memang terletak di pusat kota, tepatnya di Simpang Lima Semarang yang merupakan jantung utama kota Semarang. Bangunan Lawang Sewu memang terlihat sangat megah, sangat bergaya eropa, dan terlihat cantik. Apalagi saat ini sedang direnovasi dan dicat ulang sehingga menambah kesan megahnya. Bangunannya sendiri terdiri dari 2 bangunan utama. Tapi sayang sekali, waktu berkunjung, saya hanya bisa masuk ke gedung yang di bagian belakang karna yang bagian depan sedang direnovasi. Untuk masuk ke tempat ini, kita cukup membayar 10 ribu rupiah saja.
Ada pemandu yang disediakan untuk memandu wisatawan berkeliling lawang sewu. Dari pemandu itulah, akhirnya saya jadi tau banget mengapa Lawang Sewu dianggap menyeramkan? Ternyata, karena bangunan ini sejarahnya pernah menjadi semacam penjara bagi penduduk pribumi sewaktu masa penjajahan jepang. ada semacam penjara bawah tanah yang langsung terhubung dengan sungai yang konon dipakai untuk membuang jenazah tahanan yang disiksa. Selain itu, bangunannya juga memang sangat banyak lawang (pintu)nya.Pantas saja dianamakan lawang sewu..Tapi apa jumlah pintunya memang benar tepat 1000 buah, saya tidak menghitung,hehehe.. Ternyata, bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai penjara. Namun, ada juga aula yang digunakan untuk pertemuan, bahkan untuk pesta dansa.. Bulu kuduk saya bergidik membayangkan orang-orang berdansa di lantai atas sedangkan penduduk pribumi disiksa di penjara bawah tanah :'(
Terlepas dari sejarahnya yang menyeramkan, overall bangunan ini sangat indah arsitekturnya. Pintu-pintu yang tinggi dan benteng yang kokoh membuat bangunan ini tekesan sangat artistik dan mewah.Untuk foto-foto juga oke banget..hehe..here they are some pics that I've taken in Lawang sewu :D



Senin, 11 Juli 2011

Here we came..Wisata taman buah Mangunan


Mendengar nama tempat wisata Taman buah Mangunan pada awalnya sempat membuat saya merasa aneh mendengarnya. Rasanya kok ndeso banget dan kurang komersil :D. Tapi, karena rekomendasi dari temen saya,Santi, timbul rasa penasaran di benak saya, dan akhirnya jadilah juga saya memijakkan kaki di tempat ini. Berangkat berlima bersama santi, ida, empi, dan ana dengan motor, sebenarnya kami cukup ragu bisa menemukan tempat ini karena belum ada petunjuk yang pasti. Tapi akhirnya, setelah bertanya 2 kali, sampailah kita di lokasi.
Lokasi taman buah mangunan
Taman buah mangunan berlokasi di Dlingo, Bantul dekat Imogiri. Dengan topografi pegunungan, medan yang ditempuh untuk mencapai tempat ini tidak sesulit yang saya bayangkan. Walaupun banyak tanjakan dan turunan, jalan menuju ke Mangunan sudah beraspal dan rata. Hanya saja, waktu akan mencapai lokasi,sekitar 500 m, jalanan agak bergelombang dan aspalnya rusak, jadi kerikil2nya cukup membuat ngeri.Di sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan pegunungan yang berjajar dan kota jogja yang nampak dari atas. Pemandangan yang cukup membuat saya berdecak kagum :)
Dari kota Jogja menuju Mangunan diperlukan waktu kira-kira 30 menit atau jarak sekitar 28 km. Arahnya dari terminal Giwangan ke arah selatan sampai kita tiba di imogiri. Dari bank BRI, lurus saja sampai ada plakat mangunan ke kanan. Setelah itu ikuti jalan kira-kira 12 kilo, belok ke kanan dan sampailah kita di Mangunan. Cukup mudah untuk mencapai tempat ini karena di sepanjang perjalanan ada plakat yang menunjukkan arah Mangunan. Jadi, tidak perlu takut untuk kesasar.
Sekilas Tentang Mangunan






Sampai di Mangunan, kita akan tiba di pintu masuk dan loket pembayaran. Untuk satu orang, perlu membayar tiket masuk 5000 rupiah saja. Motor yang dibawa boleh dibawa berkeliling taman buah. Di dalamnya ada berbagai tanaman buah Mangga, durian, rambutan, dan tak ketinggalan buah talok :P. Sepertinya masih banyak lagi, tapi karna pas datang kemarin lagi ga ada pohon yang berbuah, jadi saya dan teman-teman memutuskan untuk langsung ke puncak. Di sini, katanya pemandangannya indah banget, dan kita bisa liat kelokan sungai di bawah puncak.
Untuk mencapai puncak, saya dan teman-teman harus melewati jalan menanjak tajam sepanjang 100 meter dengan motor. Jalan yang dilalui cukup membuat saya bergidik ngeri. Selain jalanny kecil, tanjakannya juga manteep banget. Buat saya yang bukan seorang pengendara motor profesional, jalan ini sukses membuat saya ciut nyali,hehe. Tapi, Alhamdulillah berhasil juga samapi di puncak. Dan ternyata, perjuangan dan kengerian saya sungguh terbalaskan. Di puncak ini pemandangannya baguuuuus banget. Hamparan bukit hijau, laut biru, dan kelokan sungai berwarna toska sangat memanjakan mata saya. Ditambah udara sejuk dan semilir (padahal waktu itu jam 1 siang) membuat pikiran dan hati jadi fresh kembali.

Buat yang belum pernah ke Mangunan, tempat ini recomended sekali untuk dikunjungi. Overall, saya kasih nilai 8 untuk tempat ini. Selain pemandangan yang indah, alam yang masih sangat natural, tiket masuk yang murah, tempat ini juga menyediakan permainan untuk anak-anak seperti perahu bebek, ayunan, dan lain-lain. Sayangnya pas saya datang pohon-pohon sedang tidak berbuah..Mungkin next time untuk yang kedua kalinya bisa merasakan kenikmatan buah-buahan di sana :)
Happy Travelling :)